Attitude Is Everything

Attitude Is Everything
Attitude berasal dari bahasa inggris yg dimaksud dengan sikap. Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar. Sikap yang baik maka baik pula respon orang lain kepada kita. Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your attitude – Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.” Sikap berperan pada 99% jauh lebih besar dari pada keahlian yang hanya 1% saja, jadi kesuksesan bisa kita raih dengan gampang asalkan dengan hal yang positif dan mempunya sikap yang postif pula.
Seperti slogan utama SMK Telkom Sandhy Putra Malang (Moklet) adalah “Attitude Is Everything”. Slogan yang merupakan tradisi khas moklet yang melekat hingga kini membuat moklet berbeda . Saling sapa kepada siapapun seperti halnya junior yang menyapa seniornya setiap bertemu dengan tambahan senyum 2 cm 
Tradisi ini sangat dianjurkan di moklet sejak MOS. Saling menghormati kepada yang tua dan ramah kepada semua itulah salah satu bentuk slogan “Attitude is Everything” di terapkan di moklet. Menghormati senior itu juga merupakan khas moklet kadang menjadi junior agak jengkel jika disuruh suruh senior gini gitu. Tapii.. jagan pikir negative dulu. Justru itulah cara senior mendidik juniornya agar slogan Attitude is Everything bukan sekedar slogan semata yang hanya lewat saja tapi melekat pada jiwa kita dan bisa kita terapkan kelak jika kita menjadi senior. Senior mendidik dengan caranya sendiri berupaya menjadikan kita teguh menerapkan Attitude is Everything 

SENYUM 🙂
SAPA😀
SALAM :3

Getaran Kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz

Kita sesungguhnya memancarkan energi setiap hari melalui perkataan dan perbuatan. Energi itu bisa dirasakan oleh diri dan orang-orang di sekitar kita. Bila kata dan sikap penuh kebaikan maka memancarkan energi positif yang akan dirasakan nyaman dan tentram oleh orang lain, pun sebaliknya. Pemimpin tentunya memberikan energy yang lebih luas karena kehadirannya akan dirasakan oleh lebih banyak orang. Pemimpin yang baik akan memancarkan getaran-getaran kebaikan kepada orang lain bahkan lingkungan sekitar, termasuk kepada benda dan hewan. Masih ingat dengan ilmuwan Jepang Masaru Emoto yang meneliti pengaruh kata-kata terhadap air? Bila kata yang diucapkan ke air positif maka air akan membentuk Kristal-kristal yang sangat indah dan dapat menyembuhkan penyakit manusia, pun sebaliknya. Inilah yang terjadi ketika masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Malik bin Dinar mengisahkan, ketika Umar bin Abdul Azizi diangkat menjadi khalifah, para penggembala kambing di puncak gunung berkata,” Siapakah khalifah yang shalih yang sedang memerintah manusia saat ini?” Padahal para penggembala itu tidak tahu menahu tentang peristiwa di kota, termasuk diangkatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Ketika hal itu ditanyakan kepada mereka, para penggembala itu menjelaskan,” Bila pemerintah dipegang oleh seorang khalifah yang shalih, serigala dan singa tidak mengganggu kambing-kambing kami.” Begitulah kebaikan pribadi Umar bin Abdul Aziz yang pengaruhnya menjalar kemana-mana. Maka, ketika Umar bin Abdul Azizi telah tiada, keadaanpun berubah. Musa bin Ayyan mengisahkan,” Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, demi Allah, kami mengembalakan kambing bersama serigala pada suatu tempat. Hingga pada suatu malam serigala menyerang seekor kambing kami. Dengan adanya peristiwa ini kami memperkirakan bahwa laki-laki shalih yang diangkat menjadi khalifah itu telah mati. Ternyata keesokan harinya, memang benar, kami mendengar kabar bahwa Khalifah Umar bin Abdul Azizi telah meninggal dunia. Mari pancarkan energy positif setiap hari dengan kata dan sikap yang dituntun oleh suara hati, dalam naungan kasih sayang Ilahi.

ANDROID Vs IPHONE

Popularitas Android semakin melejit di belantara sistem operasi. Tak heran, sebagai sistem operasi teranyar besutan raksasa Internet Google Inc, OS Android cepat diadopsi oleh sejumlah produsen ponsel seiring pesatnya pertumbuhan smartphone (ponsel pintar) secara global.

Kemunculan ponsel berbasis sistem operasi Android, atau sering disebut ponsel Android, sering disebut-sebut sebagai pesaing terbesar iPhone yang dirilis lebih dulu oleh Apple. Keberadaannya hingga kini seringkali disandingkan dengan satu-satunya ponsel pintar buatan Steve Jobs itu.

Pengguna pun sampai kini bingung, apa kelebihan masing-masing ponsel pintar layar sentuh ini? Siapa lebih unggul? Di sisi operator, Android dianggap lebih merepotkan dibandingkan iPhone.

“Perbedaan yang paling mencolok adalah iPhone lebih teratur sementara Android terlalu bebas. Ibarat dua jalan raya, iPhone itu seperti jalan tol, dan Android itu jalan raya biasa yang lebar,” kata Handono Warih, GM channel distribution Mobile Data Service XL saat ditemui VIVAnews tadi malam di sela Peluncuran XL BlackBerry Pearl 3G, Jakarta, Rabu 1 September 2010.

“Selayaknya jalan tol, iphone ada sistem yang mengatur. Sedangkan Android tidak. Lebih longgar dan bebas, siapa saja boleh masuk,” jelas dia.

Artinya, Apple mengatur model bisnis iPhone. Seperti Research In Motion (RIM), ada kerja sama yang dibangun bersama mitranya. Ada komitmen, persetujuan, misi, visi, dan sebagainya. Sedangkan Android tidak. Jika ponsel Android mau bundel dengan operator, kita paketkan dengan layanan Internet Unlimited, dan selesai.

“Menurut saya, seharusnya memang lebih baik diatur, setidaknya mempunyai batasan. Karena, risikonya besar jika terlalu dibebaskan. Konten bisa salah segmen,” ujar Warih.

“Misalnya, sebuah konten yang seharusnya tidak dinikmati anak di bawah umur menjadi consumable untuk semua umur. Kita sebagai operator tidak bisa mengatur, karena tidak punya kontrol,” terangnya.

Parameter kedua adalah kesinambungan bisnis. “Roadmap bisnis Apple dan RIM sama-sama jelas. Mereka adalah pengembang handset, sekaligus service dan konten. Jadi, mereka yang menciptakan ekosistem dan tahu apa yang akan dilakukan pada bisnisnya untuk ke depan,” ucap Warih.

Sementara Android, tidak ada. Diakuinya, Google tidak pernah mengontak XL melainkan para prinsipal atau vendor yang mengadopsi sistem operasi Android miliknya.

“Sedangkan kami sebagai operator ingin ada roadmap. Sehingga bisa melihat tren dan merencanakan sesuatu untuk menjawab kebutuhan tren. Kita lebih antisipatif dalam menyediakan layanan,” jelas dia.

Parameter terakhir ialah skema distribusi. Di sisi perangkat, Apple ataupun RIM jelas berbeda dengan Google. Apple atau RIM menunjuk standing buyer (pemasok) untuk mendistribusikan ponselnya. Seperti XL memasok BlackBerry dari Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai standing buyer.

Sedangkan Android langsung via prinsipal atau vendor yang menjadi mitranya. “Kalau dengan Apple atau RIM, operator diatur untuk penjualan perangkatnya. Kami tahu akan mendistribusikan ke mana, di bawah kontrol. Kalau Android, ponsel-ponsel tersebut langsung dilempar ke outlet-outlet milik prinsipal,” tutur Warih.

“Jadi, dengan Android, kami hanya mendapatkan kontribusi (untuk pendapatan) dari service saja, terutama pemakaian layanan data (Internet),” pungkasnya.

Dari sisi pengguna, menurut Warih, kedua perangkat nyaris tidak ada perbedaan. Keduanya memiliki fitur canggih, berkualitas tinggi, desain menarik, akses Internet sama-sama cepat. Semuanya jatuh ke selera pelanggan berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.

Catatan hidup baruku… 

Assalamualaikum teman teeman.. wah luama banget ya rasanya aku gak update blog, hampir berapa abad ya, haha rasanya luamaaaa banget ini blog gak keuruss, maaf ya soalnya ya biasa sibuk sekolah dan kadang lagi gak moood buat nulis hehe😀
Kali ini aku mau share hidup baruku nih guys, ya sekedar berbagi cerita dengan kalian , biar kalian bisa menegnal ku juga..  Sekarang aku sudah kelas 1 SMK ,di SMK TELKOM SANDHY PUTRA MALANG (sawojajar/malang)..
Aku benar benar memulai hidup dengan gaya yang baru, aku yang anak tunggal ini, jujur aku memang di manja orang tuaku, aku benar benar di perhatikan dan diberi kasih sayang lebih🙂
Tapi… Kini hidupku berbalik, aku sekarang hidup dengan serba mandiri, aku ngeKost, karena jarak sekolahku dan rumah lumayan jauh, harus menempuh 1 jam dari rumah..
Aku benar benar ikhlas menerima konsekuensi ngekost itu dengan lapang dada.. aku gak tau jadinya gimana aku kalo ngekost nanti..
Aku menemukan tempat kos yang bagus ada 3 kamar di kosku, aku,Thiya(dia dari lombok) dan Darin (dia teman se Mtsku dan sekarang sesekolah juga dan sekosan juga), kami bertiga memulai hidup menjadi anak kos baru.. karena diantara kami tidak ada yg pernah jadi anak kos sebelumnya..
Awalnya aku merasa terbengkalai sekali menjadi anak kos, berangkat puagi pulang hampir maghrib, hmm bener bener gak keurus hidup kami bertiga. Pernah juga sampek gak makan seharian karena gak sempet beli, udah kemaleman. Dan pernah juga sampek makanan yang udah dibawaain ortu dari rumah sampek numpuk dikamar sampek busuk karena gak sempet makan eiiyyuuh😛 Itu semua karena kita gak pinter yang namanya mengatur waktu, bener bener keteteran lah kata lainnya -___-
Tapi seru juga ngekos itu, aku malah seneng bisa ngekos, aku bisa bener bener jadi anak mandiri, predikat anak manja yg dari dulu melekat di aku, sekarang udah gak ada.. hmmmm😀
Aku bener bener merasa hidupku lebih berwarna, bisa punya banyak teman, apa apa sama temen hehe
Di SMK Telkom Shandy Putra Malang ,aku menemukan banyak hal baru dari sekolah ini, budaya yang baru ,orang orang baru, dan juga pelajaran baru..
Dipelajaran aku dapat pelajaran yang baru banget, ada C++ (bahasa pemrogramman),HTML,KKPI,Delphi,SISTEL Switching dan transmisi dan banyak yang aneh aneh namanya hehe
aku juga dapet teman dari berbagai daerah dari sabang sampek marauke ada..
dan aku juga dapet Sahabat yang buaek buaek bangeeets disini :*
Dan boong juga kalo aku nggak menemukan pujaan hati.. Belum genap sebulan aku dapat hati seseorang yang juga sayang banget sama aku.. Dia se Alumni sama aku , kita sama sama satu sekolah di Mts, tapi dia kelas aksel sementara aku kelas reguler. Semasa kita Mts, kita gak saling kenal, malah gak kenal sama sekali. Tapi kata dia ,dia kenal aku kok pas Mts, malah katanya sering liat aku bolak balik ke kantin heheehe.. Dia murid berprestasi di Mtsku, namanya aja kelas Aksel, pasti otaknya juga kenceng thu buat mikir, umurnya ja nggak umum buat kelas 1 SMK, umur dia sekarang masih “13th” kecil banget kan??????? Selisih umur kita 2 thn loh, aku 15 thn dia 13 thn. Tapi aku merasa seneng dengan dia 
Aku Cuma berjalan 3 bulan kurang kalo gak salah, soalnya aku gak kuat sama sikapnya yang childies, aku kan butuh orang yang bisa melindungi aku dan bisa buat aku dewasa.
Yaudahh akhirnya “DIA” + “AKU”= “END”.Huaaaaaaaaaaaa.. leganya bisa berakhir dengan dia.. aku bisa konsen dulu buat belajar. Setelah ceritaku sama “DIA”, aku melanjutkan hidupku mengikuti SUB organisasi di sekolah.
Aku mencoba hal baru yaitu mengikuti PMR, dulu waktu Mts aku gak pernah ikut PMR , dan dulu gak pernah minat juga. Tapi walau begitu aku bener bener niat ikut PMR di SMK Telkom 
Aku banyak nemuin ilmu ilmu baru di PMR gak cuma sekedar ilmu buat nolong orang aja tapi banyak hal yang aku temuin di PMR, aku jadi bisa lebih berkoordinasi dengan baik,menjaga kekompakan, dan apalagi pendidikan tentang moral kemanusiaan. Aku sangat ingat ada kakak PMR yang bilang “kita ini PMR,bukan karena kita pakek bet palang merah trus kita wajib nolong aja,itu sudah panggilan jiwa kita buat nolong. Jangan sampek kalo ada temen kalian yang sakit terus kalian diem aja! Malu sama lambang PMR ini.” Hmmm kata katanya sangat whise bangett..
Setelah aku dapet pencerahan dari kakak senior di PMR, aku sekarang merasa terpanggil buat nolong sesama, apalagi teman sekelas.. Wajib banget aku buat nolong mereka..
Pernah loh, suatu hari si Boni (dia ketua kelasku) dia kan main futsal siang siang, eh gak taunya pas dia nendang bola nya , bukannya bola yg di tendang tapi pafingnya.. haha Bonii bonii..
Akhirnya, aku nolong Boni, untung aja ada Aldy (dia Waka PMR ), jadi aku gak sendirian ngerawat Boni. Kasian banget dia, sampek hampir nangis juga kesakitan hehehehe…
Tapi alhamdhulillah aku sama Aldy berhasil nolong Boni. Haha jujur ini pertolongan pertama kami di UKS selama jadi PMR disini 
Gak Cuma PMR .. tapi aku ikut BDI dan Medsan loh.. aku ikut banyak banget ya..
Tapi aku seneeng soalnya nambah pengalaman disini juga. Mama papaku juga gak ngelarang aku buat ikut Sub Organisasi banyak. Lagi pula aku ikut Cuma 3 kok, angka 3 kan juga sunnah Rosul hehehe😀
BDI yg kepanjangannya Badan Dakwah Islam ini merupakan Sub Organisasi paling besar di sekolah, dan paling di manja sama Pak Sis (beliau pembinannya) hehe.
Aku ikut BDI itu telat banget, baru mau diklat baru aku sama Dora ikutnya, jadi kedatanganku di BDI itu sebagai anggota baru hehe.. Banyak yg kaget sih aku ikut BDI, apalagi Tia sama Darin.. Mereka temen deket aku emang, jadi mereka tau lah sisi terdalam aku hehe, Pas mereka tau aku ikut BDI tanpa ragu ragu mereka masang wajah kaget😮 “HEHH??? KAMU IKUT BDI? GAK SALAH? ” hahaha biasa aja kali’..
Entah kenapa aku pengen banget ikut BDI, karena aku pengen memperbanyak kegiatan islam di sekolah.. Aku juga udah biasa di MTs dulu, jadi rasanya aneh kalo gak ngulangin lagi masa masa muslimah dulu hehehe.. Dan sejujurnya sih ikut BDI itu bukan karena apa apa, tapi lebih KARENA PANGGILAN HATI sih haha.. Kegiatan paling rutin di BDI itu Yasinan setiap malem jum’at di Musholah sekolah. Buat anak anak yg ngekos beruntung banget bisa dateng malem, tapi kasian juga sama yg Arema. Kadang aku yg denger keluhan mereka kalo pengen banget ikut yasianan tapi gak bisa, dan kadang gak dibolehin keluar malem. Hmmm aku juga pernah kok ngerasain gak dibolehin keluar malem sama ortu.  Sabar o .. Kuat o… *enak bgt kalo ngomong :P*
Pindah ke MEDSAN (Media Sandhy Puta) , Medsan adalah sub Organisasi yang santai tapi serius.. Prokja nya Medsan itu mepettt mepet banget.. Dikasih taunya hari ini besok ya harus udah jadi heheehe..
Sebenernya Medsan itu Sub organisasi yg bekerja dibidang Jurnalistik, tau kan pasti bergelut tentang Artikel, wawancara, dan Mading Sekolah. Kegiatan utama Medsan adalah ya bikin mading sekoalah. Tiap minggu Medsan memeperbarui mading sekolah, dan yg paling susah itu nenetuin temanya, temanya itu gak boleh sembarangan lohh.. harus dipikir bener bener dulu sebelum nentuin temanya..
Pernah sih aku ngusulin tema mading , tapi gak di pakek tapi gak papa lahh yg penting aktif hehehe..
Aku suka banget sama dunia Jurnalistik. Baca baca artike dan bikin artikel itu bahagia buatkuuu 
Apalagi sama yg namanya bikin Cerpen , wuih itu makananku kalo setiap bikin Mading sekolah.. Semua mading yg udah dibikin di Medsan angkatan 20 adalah buatanku loh heheehe
Cerpen pertama yg aku buat di Medsan adalah yg berjudul “Rio” hehe..
Kapan kapan cerpennya aku posting ya disini hehehe..

Sederet kegiatan tiap hari menantiku dari senen sampek sabtu itu pun puadettt banget..
yang free itu Cuma hari rebo aja, gak ada kumpul organisasi tapi kadang ya tetep pulang sore soalnya kadang tiba tiba kumpul mendadak BDI atau Medsan hmmmm…
Tapi tetep aku jalanin dengan IKHLAS dan keTABAHAN yg luar biasaaaaaaa hehehe

Gak Cuma kegiatan sekolah aja yg sibuk , keadaan hatiku juga sibuuuuuk banget hahaha #eaaaaaaaa..😛
Setelah putus sama ‘dia”, belum sempet lama aku sendiri, udah ada seseorang yg mengisi hatiku.. ecieeeeee haha *heboh sendiri..
ada seseorang yg ya boleh dibilang paling deket sama aku, dia baik banget sama akuu..sampek aku heran kok ada ya, orang yg baik banget ke “aku” ? hmmm.. awalnya sih aku cueeek banget ke dia, tapi lama kelamaan rasa nya beda..
Dan dia juga udah keliatan banget kalo juga punya rasa yg beda , hmmmm senengnya kalo mikirin ini hahaha..
sedikit cerita ya.. tapi gak mungkin aku perjelas orangnya sapa, kalo semua pada tau, bahaya tuh, hehe..
Perasaan itu dateng waktuk liburan bulan puasa, telat banget ya, padahal waktu liburan itu aku sama dia Cuma smsan aja, tapi smsannnya itu beda bangett.. bisa seneng gitu aku kalok smsan sama dia hmmm:3, dari situ deh, aku ngerasa dia perhatian banget sama aku..
Gak Cuma pas liburan puasa aja, ceritaku sama dia juga terus berlanjut sampek liburan puasa berakhir, sampek masuk sekolah pokoknya.. Mulai aku ngerasa dia aneh , dia tiba tiba nelfon aku malem malem.. Hhaha kaget tingkat dewa, padahal hubunganku sama dia itu Cuma standart aja selama ini, Cuma smsan biasa aja, eh, tiba tiba ditelfon.. sampek jam 23:00 mbahas apa ajaaaaaa…
padahal udah seharian nonstop tuh smsan , tapi ada aja yg dibahas waktu telfonan itu, mungkin karena kita udah ngerasa nyambung kali’ ya.. hehehe aku suka perasaan seperti itu.. 
Lambat laun dia rutin nelvon aku malem malem, sampek aku seneg banget denger suaranya..
hehehe..
Tapi jaim banget sih aku sama dia, di Sekolah bener bener kayak orang kenal biasa aja, padahal lohh hwahahahahaha *devil laugh* :O
Kita makin hari makiin dweket rasanya… lama lama kalo gak liat dia tiap hari rasanya hambar ini hidup hehe #Alay
Waktu ulang tahunyya yg sweet seventeennya aja, aku bingung mau kasih kado apa yg speciall, ya udah, aku putuskan buat kasih kado jam tangan.. Sebenernya ngasih kado ke dia itu bukan karena apa apa.. Tapi aku orangnya emang suka ngasih hadiah ke siapa aja.. Jadi ya gak heran lok aku ngasih kado ke dia.. #ehmmm..
Habis ultah, pasti nih kalo anak jaman sekarang nagih yang namanya PU a.k.a ( Pajak Ultah),
ya pastilah adaaa.. Ternyata dia ngasih beneran loh, awalnya Cuma bercanda aja nagih PU, eh ternyata beneran aku di ajak, ke rumah makan ayam goreng kalo gak salah.. Aku ditraktir lohh.. hehe
Waktu mau berangkat kan aku di jemput dia, aku dandannnya lamaaaaaaaaaaa banget, ya semacam persiapan mau ngeDate lah hehehe..
Kita berdua duduk dalam 1 meja, di tempat makan itu, ya kita kayak orang ngedate beneran deh hehe, bercanda bercanda gak jelas..
Sbenernya hari itu aku cuapeeeeeeeeeek buanget soalnya aku habis diklat medsan, tapi capekku hilang karena bisa sama dia malem itu hmmm:3
Terus pas pulang nya nih yg seru, kita berdua ngerasa gak rela gitu kalo pulang cepet ya udah, dia nngajak aku muter muter gak jelas sampek lewat jalan yg sepiii banget hehe..
Aku kan dibonceng sepeda motor sama dia, di motor kita ngobrol gitu, bercanda bercanda, eh tiba tiba tangan dia narik tanganku, dia menggenggam tanganku ya alllaaaaah kaget😮
Sumpah saat itu aku nueerrrrrveous banget dia lama banget mmegang tanganku.. sumpah langsung panas dingin saat itu😀
Jujur itu pengalamanku yang paling so sweeet sama dia, dan gak akan aku lupain 
Tapiii itu duluuu, sekarang dia yang aku sayangi, dan selalu ada dipikiranku itu sekarang sirna, bukannya sekarang dia pergi ninggalin aku, nggak gitu.. Tapi, dia sekarang ngejauh denganku..
Dia berubah 180 derajat  entah kenapa kok bisa kayak gitu, aku emang salah apa sih?
aku bener bener berantakan tanpa dia, jarang banget sms aku..’Jujur dia cowok yg paling deket sama aku selama aku sekolah disini
Dia batrei buat aku belajar, dia semangatku, apalagi pas pago hari, yg biasanya dia bangunin aku lewat sms.. Dia yg nguatin aku, dia energi positive bagi, aku sayang dia, aku gak munafik buat ngungkapin ini, aku bener bener sayang dia.. 
Hmmm tapi aku Cuma bisa bersabar ngadepin dia yang sekarang..
wah wah wah gak ada habis habisnya nih kalo mbahas soal dia..
Aku sudahi dulu ya postingan baruku ini, insyaallah aku posting lagi tentang hal hal yang seruuu seru bangett…
Aku percaya “kalo kita sabar menghadapi apapun cobaan yang gak bisa ditrima sama akal pikiran kita, pasti Allah akan membalasnya dengan berlipat ganda”

“JIKA ADA TUTUR KATA YG TAK KAUTERIMA..
MAAFIN SAYA ya ”
Gitu ceritaku, apa ceritamu?? 
Oke guys asslamualikumm wr.wb..

Love :3
Lintang Aziz Pinastiti

Valentin “Haram”

Agaknya, ruang pemikiran kita tidak pernah berhenti dari gerogotan virus budaya “inpor” yang tanpa disadari telah mewabah dalam perilaku kesaharian kita. Virus tersebut menularkan pelbagai bentuk penyakit sosial yang semakin hari terus kumat, bahkan tularannya menjangkiti ruang pemahaman keberagamaan. Sehingga tak jarang, fatwa ulama terkecoh oleh realitas, yang seakan menganggap bahwa segala sesuatu memiliki niali positif dan negativ. Akhirnya, para ustaz, ulama dan Intelektual Islam, harus mencari argumentasi yang sedikit lunak, agar terkesan familiar dan bersahabat dengan zaman. Kasus ini paling tidak, bisa ditelisik dalam kasus Valentine’s day yang sampai saat ini menjadi icon dan trend baru generasi muda dalam menyalurkan kasih sayang. Valentine’s day menjadi moment yang seakan ‘rugi’ untuk dilewati, dengan warna pink dan makanan coklatnya yang khas, hari ini dianggap sebagai ruang waktu berkasih sayang, terutama kepada sang kekasih.

Seiring “paksaan” media mencekoki opini public dengan tayangan perayaan hari Valentine, budaya ‘impor’ ini seakan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan romantisme kaula muda. Unik dan anehnya, di tengah kesan ‘kontroversial’ MUI yang memfatwakan haramnya perayaan hari Valentine, tulisan Bahrul Ulum, seorang intelektual dan akademisi Islam, dengan Judul “Valentine Yes Valentine No” di harian Jambi Ekspres (Kamis 14 Februari 2008), seolah ingin menjawab polemic keharaman perayaan Valentine tersebut. Walau, dalam tulisannya itu, tidak memiliki standar, juga rujukan argumentasi hukum yang jelas antara Valentiene yes atau no. Ketidak jelasan argumentasi hukum tersebut, menurut penulis, akhirnya menjadi jebakan argumentasi relativitas yang akhirnya tidak memiliki “kelamin” hukum yang valid dan tegas.

Ketidak-tegasan sekaligus kegamangan dalam menyikapi Valentine tersebut, setidaknya terlihat dari beberapa urain tulisan Bahrul Ulum (selanjutnya ditulis Bahrul) tersebut, diantaranya: Pertama, bahwa Bahrul terlihat sangat substantif. Ia berusaha memisahkan antara makna Valentine yang menurutnya “sesuai makna dasar” sejarah Valentine itu sendiri. Dalam ungkapan Valentine Yes-nya, Bahrul seakan berusaha memberi alibi, ternyata di dalam Valentine sendiri tersirat makna fositiv seperti memberikan kado, saling berbagi cerita dan pengalaman pribadi atau reuni teman/sahabat lama sesuai dengan makna dasar Valentine. Juga, Bahrul menambahkan “perayaan Valentine yang minimal dapat ditoleril bila dilakukan dengan bertukar kado sebagai tanda perhatian terhadap kawan spesial atau sahabat, dengan kado yang sederhana, dirayakan ditempat terbuka, tidak ditempat tertutup yang memungkinkan dapat berbuat maksiat, memilih tempat yang sederhana, tidak mengganggu orang lain, tidak berpoya-poya, tidak merayakan dengan waktu yang tidak terbatas dan tentu saja berpakaian yang sopan sesuai dengan adat istiadat dan budaya setempat”.

Dalam uraian di atas, terkesan bahwa semua perilaku tadi merupakan suatu perbuatan fositiv, sehingga menjadi legitimasi akan “yes”nya perayaan Valentine. Persoalan kemudian adalah, jika perilaku tadi tidak dalam ruang waktu Valentine, mungkin masih debatable. Akan tetapi, jika dalam ruang perayaan yang masih berembelkan Valentine, maka disitulah letak persoalannya. Karena bagaimanapun, penamaan Valentine sangat kental dengan misi dan nilai agama Kristiani, bahkan termasuk persoalan teologis Kristen. Hal ini dapat dilihat dari asal sejarah lahirnya perayaan Valentine. Kisahnya bermula dari raja Claudius II (268-270 M) yang mempunyai kebijakan melarang bala tentaranya untuk menikah. Karena, bagi Claudius II, dengan tidak menikah, para prajurit akan menjadi agresif dan siaga dalam berperang. Kebijakan ini mendapat perlawanan dari Santo Valentine dan Santo Marius dengan melakukan perkawinan secara diam-diam. Akhirnya, perilaku kedua Santo tersebut diketahui oleh raja Claudius II, kemudian memberi hukuman mati kepada Valentine dan Marius. Akhirnya, kematian kedua “pejuang cinta” tersebut diresmikan oleh Paus Galasius pada 14 Pebruari 469 M sebagai hari Valentine. Jika demikian, maka sangat jelas, bahwa perayaan Valentine bagi umat Islam sangat bermasalah, mengingat persoalan teologis merupakan doktrin ajaran suatu agama yang sudah berada dalam ranah “hitam-putih” dan tidak mempunyai ruang untuk dinegosiasikan.

Kedua, dalam ulasan Bahrul, terdapat ungkapan “setidaknya tidak dianggap ketinggalan”. Ungkapan ini sekilas sangat sederhana. Namun, menurut penulis, menyimpan kandungan inferiority yang sangat dahsyat. Sikap inferoiritas ini bahkan telah mewabah ke paradigma pemahaman keberagamaan intelektual Islam. Sehingga, banyak ditemukan para cendekiawan Islam menganggap bahwa Islam menjadi kerikil dari sains dan kemajuan. Agama Islam hanya dijadikan wacana teoritik persoalan moral semata, tidak menjadi public system masyarakat. Jadinya, agama terkurung dalam ruang public reason. Ini artinya, persoalan integritas keberagamaan hanya menjadi patokan moral saja. Fenomena ini bahkan telah mewabah menjadi kelaziman dalam memahami keberagamaan di ruang public, sehingga terkesan bahwa persoalan integritas moral menjadi penting jika itu berkaitan dengan kepentingan individu, namun menjadi subordinate jika berkaitan dengan agama. Inilah buah dari sikap inferior umat yang akhirnya harus mencari interpretasi baru terhadap pemahaman agamanya, walau harus mendobrak ratifikasi dogma agama yang telah mapan. Dengan pelbagai alasan, agama terkadang dikungkung dalam penafsiran keselarasan zaman yang tidak jarang harus “memperkosa” interpretasi subjektifitas “birahi” dengan argumentasi “kebenaran hanyalah milik Tuhan”.

Ketiga, secara tersirat, adanya karancuan dalam menyikapi perayaan Valentine’s day. Apakah ini berada dalam wilayah agama atau hanya persoalan budaya semata. Saudara Bahrul terkesan ambivalen memposisikan “fatwa”nya. Dan kedua posisi itu menjadi samar untuk ditarik ke dalam wilayah agama atu budaya.

Pada satu sisi, mewacanakan Valentine dalam wilayah agama, sehingga nilai normatifitas yang diusungkan sangat berbau bahasa agama. Walau tidak memberi argumentasi yang jelas terhadap landasan “fatwa”nya itu. Ini tercermin dari ungkapan “dirayakan ditempat terbuka, tidak ditempat tertutup yang memungkinkan dapat berbuat maksiat”.pemakaian kata ‘maksiat” jelas sekali kental bahasa agama. Namun, sejauh mana pengelaborasian kata maksiat tersebut disandarkan? Penjelasan maksiat jelas sangat normativ, membutuhkan legitimasi bahasa agama dalam mendefenisikannya. Namun pada sisi lain, wacana Valentine diembelkan dengan budaya. Ungkapan Valentine ditarik ke dalam kancah budaya yang hanya “sekedar sarana penyampaian perhatian, kasih sayang”. Titik krusialnya adalah, jika harus dibungkus dalam bahasa budaya, bukankah budaya Valentine lahir dari produk agama?

Memang, ada ungkapan “alhikmah dhallat lilmukminin, aina wajadaha fahuwa ahaqqu biha” (kebaikan itu banyak telah hilang dari kaum muslimin, maka dimanapun kamu menemuinya, kamu lebih berhak untuk menerimanya). Akan tetapi, dalam kasus Valentine’s day ini, sangat sulit memilah antara nilai yang ada didalamnya dengan formalisasi ritualitasnya. Bahkan faktanya, justru Valentine’s day dan kemaksiatan (dalam kacamata agama), seperti seks bebas, miras, hura-hura dan pacaran menjadi dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dengan demikian sangat tepat, jika MUI memmfatwakan perayaan Valentine’n day bagi seorang muslim hukumnya Haram. Bukankah ada kaidah hukum telah bertutur “al-ridha bi al-syai’I, ridha bima yatawalladu minhu” (menyukai sesuatu, berarti menerima efek yang dilahirkannya). Semoga Tidak! Waaalhu ‘alam

Walau Sudah Pernah, Afgan Tetap Kaget

Menjadi Penyanyi Solo Terdahsyat dalam Dahsyatnya Award 2011, vokalis bersuara merdu Afgan Syah Reza mempersembahkan pencapaiannya tersebut sebagai hadiah bagi para penggemarnya, yang disebut Afganisme.

“Ya, pokoknya, saya terima kasih buat Afganisme. Ini bertepatan dengan ulang tahun ketiga Afganisme,” ucap Afgan seusai menerima penghargaan di panggung pergelaran itu di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2011) malam.

Menjadi Penyanyi Solo Terdahsyat bukan barang baru bagi Afgan. Ia sudah pernah meraihnya pada 2010. Namun, pedendang lagu “Dia Dia Dia” ini mengaku tetap tak menyangka akan mengulang keberhasilannya tahun lalu.

“Ini yang kedua kali menang. Tahun lalu menang. Saya sampai kaget banget tadi. Nomine lain yang saya jagokan, Sherina, karena saya ngefans banget,” ungkapnya. “Saya kira Sherina yang menang. Saya shock-nya tuh sampai kaget banget,” imbuhnya.

ASSALAMUALAIKUM

ASSALAMUALAIKUM.. teman2..
udah lama bgt ya kakaknya aku gak pernah ngurusuin blog ini… hhehe
saya ucapkan trima kasih banya untuk teman2 yg sudah mau mengunjungi blog saya.. dan sydah mau krim komentar…
Untuk hari2 kedepan mungkin saya kan lebih update lagi…
mohon partisipasi dr kalian jg ya…….

Love

lintang