ANDROID Vs IPHONE

Popularitas Android semakin melejit di belantara sistem operasi. Tak heran, sebagai sistem operasi teranyar besutan raksasa Internet Google Inc, OS Android cepat diadopsi oleh sejumlah produsen ponsel seiring pesatnya pertumbuhan smartphone (ponsel pintar) secara global.

Kemunculan ponsel berbasis sistem operasi Android, atau sering disebut ponsel Android, sering disebut-sebut sebagai pesaing terbesar iPhone yang dirilis lebih dulu oleh Apple. Keberadaannya hingga kini seringkali disandingkan dengan satu-satunya ponsel pintar buatan Steve Jobs itu.

Pengguna pun sampai kini bingung, apa kelebihan masing-masing ponsel pintar layar sentuh ini? Siapa lebih unggul? Di sisi operator, Android dianggap lebih merepotkan dibandingkan iPhone.

“Perbedaan yang paling mencolok adalah iPhone lebih teratur sementara Android terlalu bebas. Ibarat dua jalan raya, iPhone itu seperti jalan tol, dan Android itu jalan raya biasa yang lebar,” kata Handono Warih, GM channel distribution Mobile Data Service XL saat ditemui VIVAnews tadi malam di sela Peluncuran XL BlackBerry Pearl 3G, Jakarta, Rabu 1 September 2010.

“Selayaknya jalan tol, iphone ada sistem yang mengatur. Sedangkan Android tidak. Lebih longgar dan bebas, siapa saja boleh masuk,” jelas dia.

Artinya, Apple mengatur model bisnis iPhone. Seperti Research In Motion (RIM), ada kerja sama yang dibangun bersama mitranya. Ada komitmen, persetujuan, misi, visi, dan sebagainya. Sedangkan Android tidak. Jika ponsel Android mau bundel dengan operator, kita paketkan dengan layanan Internet Unlimited, dan selesai.

“Menurut saya, seharusnya memang lebih baik diatur, setidaknya mempunyai batasan. Karena, risikonya besar jika terlalu dibebaskan. Konten bisa salah segmen,” ujar Warih.

“Misalnya, sebuah konten yang seharusnya tidak dinikmati anak di bawah umur menjadi consumable untuk semua umur. Kita sebagai operator tidak bisa mengatur, karena tidak punya kontrol,” terangnya.

Parameter kedua adalah kesinambungan bisnis. “Roadmap bisnis Apple dan RIM sama-sama jelas. Mereka adalah pengembang handset, sekaligus service dan konten. Jadi, mereka yang menciptakan ekosistem dan tahu apa yang akan dilakukan pada bisnisnya untuk ke depan,” ucap Warih.

Sementara Android, tidak ada. Diakuinya, Google tidak pernah mengontak XL melainkan para prinsipal atau vendor yang mengadopsi sistem operasi Android miliknya.

“Sedangkan kami sebagai operator ingin ada roadmap. Sehingga bisa melihat tren dan merencanakan sesuatu untuk menjawab kebutuhan tren. Kita lebih antisipatif dalam menyediakan layanan,” jelas dia.

Parameter terakhir ialah skema distribusi. Di sisi perangkat, Apple ataupun RIM jelas berbeda dengan Google. Apple atau RIM menunjuk standing buyer (pemasok) untuk mendistribusikan ponselnya. Seperti XL memasok BlackBerry dari Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai standing buyer.

Sedangkan Android langsung via prinsipal atau vendor yang menjadi mitranya. “Kalau dengan Apple atau RIM, operator diatur untuk penjualan perangkatnya. Kami tahu akan mendistribusikan ke mana, di bawah kontrol. Kalau Android, ponsel-ponsel tersebut langsung dilempar ke outlet-outlet milik prinsipal,” tutur Warih.

“Jadi, dengan Android, kami hanya mendapatkan kontribusi (untuk pendapatan) dari service saja, terutama pemakaian layanan data (Internet),” pungkasnya.

Dari sisi pengguna, menurut Warih, kedua perangkat nyaris tidak ada perbedaan. Keduanya memiliki fitur canggih, berkualitas tinggi, desain menarik, akses Internet sama-sama cepat. Semuanya jatuh ke selera pelanggan berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.

Iklan

Linux Memang Beda !

Linux Memang Beda !

linuxMinggu pagi yang kunantikan akhirnya sudah tiba.Seperti hari-hari minggu biasanya,aku pergi ke Warnet untuk sekedar mengecek facebook,twitter,e-mail atau untuk sekedar browsing info-info terbaru.Setiba di warnet,ada yang beda dari tampilan komputer tersebut! Ternyata di komputer tersebut memakai sistem operasi Linux yang masih belum terlalu familiar buatku.Memang agak terlalu susah juga pemakaian nya.Aplikasi di linux tampilannya juga hampir sama dengan windows,hanya namanya saja yang beda.Jika program pengolah kata di windows bernama Microsoft Word (Ms Word),kalau di linux bernama Open Office.

Besok harinya aku bertemu dengan linux lagi.Karena di laptop kakakku juga memakai program linux,versi Ubuntu.

Setelah menggunakan Ubuntu selama hampr 1 minggu.Aku akhirnya menyadari bahwa sistem operasi ini bisa merugikan penggunanya secara langsung,seperti:

Aku jadi tidak mengenal “Virus”.

Jika ada teman-temanku yang menanyakan tentang jenis-jenis virus.Terus terang aku bingung,karena di Ubuntu virus jarang menyusup.Dulu aku suka mencari informasi tentang perkembangan virus tapi sekarang sudah tidak lagi.Atau mungkin sudah tersusupi,namun apa aku?saja yang tidak sadar! Karena virusnya tidak melakukan apa pun di Ubuntu.

Pada saat aku pertamakali memakai linux ada beberapa hal yang membuat aku sedikit sebal,yaitu :

1.Susah membuka USB,CD Rom

2.Butuh akses internet. (Karena install apa-apa harus dari internet )

3.Tidak ada drive C, D, E dll.

Tapi dibalik kerugian pasti ada keuntunganya.Di Linux juga ada lah…!Yaitu:

1.Seperti yang aku tulis di atas tadi.Bahwa linux aman dari virus.

2.Linux bisa digunakan dengan cuma-cuma alias.Software Linux gratis,maka filenya dapat di bagi-bagi dengan orang lain.

3.Tidak memerlukan perangkat keras yang mahal

4.Multiuser

Pada saat disekolah aku bertemu lagi denga Linux.Tapi dengan versi yang berbeda yaitu versi Edubuntu.Di Edubuntu terasa lebih menyenangkan karena lebih menyangkut pendidikan.Gamesnya juga lebih edukatif.Jadi kita tidak akan mudah bosan bermain bames di Edubuntu.

Dan dapat disimpulkan bahwa sistem operasi Linux memang “Beda”

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.